Aku Bisa

Aku Bisa

     Malam yang dingin kurasakan di Maret indah 2014. Entah apa yang ada di dalam benakku tentang rencana senior-seniorku untuk mendaki gunung merbabu menarik perhatianku. Kak Ardi yang saat itu datang ke kontrakanku untuk menengok aku dan teman-temanku sedikit berbagi cerita mengenai rencana mereka mendaki gunung. Hal pertama yang kulakukan pada saat mendengar rencana itu adalah merengek seperti anak kecil yang minta permen pada ibunya. Aku terus saja memintanya agar mengizinkanku ikut bersama mereka. Tapi usahaku bisa dikatakan sia-sia karena respon dari kak Ardi tidak meyakinkan aku bisa ikut bersama mereka.

     Setelah lama beradu komentar tentang keinginanku ikut mendaki, akhirnya kak Ardi mengatakan bahwa aku hanya butuh 3 yes lagi dari senior lainnya. Sempat ku berpikir bahwa aku seperti ikut audisi indonesian idol yang membutuhkan yes dari Anang, Ahmad Dhani, dan juga Titi DJ. Aku tetap tidak patah semangat, aku langsung menghubungi kak Iwan salah satu seniorku melalui wechat. Awalnya aku berbasa-basi agar kesannya lebih enak menurutku daripada harus to the point. Ahirya aku menyampaikan niat serta keinginanku untuk ikut tapi tanggapannyapun membuatku sempat down. Kak Iwan malah bilang kalau medannya berbahaya an aku adalah seorang wanita. Hmmm, lagi lagi alasan itu pemirsah.

     Kejadian itu membuatku langsung menghapus akun wechat karena sedikit kesal dan sakit hati dengan jawaban mereka semua. Pada akhirnya mereka datang kembali untuk sekedar menengok keadaanku dan teman-temanku. Kembali kami membahas tentang rencana mendaki gunung, dan hasilnya kami kembali berdebat kecil karena keinginanku yang terlalu besar ingin ikut bersama mereka. Kembali muncul persoalan baru yaitu tak ada satu anitapun yang akan ikut bersama mereka tapi eap saja I don’t care. Finally, merkapun mau mengizinkanku ikut bersama mereka asalkan orangtuaku mengizinkan aku mendaki gunung merbabu. Akupun menyetujui persyaratan tersebut dan mempersiapkan strategi agar mendapatkan izin dai orang tua.

     Esok harinya, aku langsung menelepon mama untuk minta izin. Sudah bisa kutebak sebenarnya jawaban mama, so pasti NO. Tapi aku terus saja mengomel dan mengungkapkan janji-janji pada mama. Mungkin sekitar sejam, mamapun cuma bisa bilang YES tapi dengan seizin bapak. Tak terlalu sulit menurutku untuk meminta izin sama bapak karena basically dari zaman doloe kala hampir gak pernah bapak gak mengizinkan aku mengikuti kegiatan yang aku mau apalagi he knows that it is on of  my dreams men hahahaha.

     Pembicaraan bersama bapak melalui via telepon sangat banyak pertanyaan yang diajukan kepadaku, dari masalah siapa saja yang akan ikut, perlengkapan, waktunya, and so on. Finally, I get it. Aku mendapatkan izin dari kedua malaikatku, rasanya seperti ada boom yang meledak didalam dada (lebay). Persiapanpun sudah aku persiapkan seminggu sebelum mendaki gunung. Mulai dari olahraga tiap hari, jogging, makan teratur, dan semua yang seharusnya dilakukan sebelum mendaki gunung.

     Harinyapun tiba 5 April 2014, hari masih sangat pagi tapi para seniorku sudah mulai mengecek persiapanku. Sebelum berangkat kami sejenak mampir hanya sekedar mengucapkan selamat atas wisuda kak Mudi salah seorang senior dari Buton. Setelah setengah jam berada disana, kami langsung bergegas packing and siap buat pergi. Setelah sampai di D11, kami langsung menyiapkan semua yang kami butuhkan dan kamipun berangkat menggunakan motor.

     Selama perjalanan, ada saja halangan yang kami dapatkan. Akhirnya kami sampai di beskem sekitar jam 7 malam dan menyimpan motor disana. Kami beristirahat sejenak dan makan malam bersama. Setelah makan kami kembali mengecek perlengkapan. Setelah itu kami berdoa dan mengabadikan foto kami bersama. Sekitar jam 11 malam kamipun memulai perjalanan.

     Awal mendaki sekitar 1 jam pertama, rasanya aku tak sanggup lagi untuk melanjutkan. Rasanya jantung mau berhenti dan kaki keram, tapi berkat semangat dari kakak-kakak senior aku mampu untuk melewati jam-jam berikutnya. Baru sekitar 2 jam mendaki salah seorang senior langsung mengambil tas tang kubawa. Aku mendaki tanpa memegang apa-apa. Kondisi itu membuatku semakin semangat untuk terus lanjut hingga puncak tertinggi merbabu. Hingga pada pukul setengah 4 pagi, kami memutuskan untuk berhenti di batu tulis dan membuat tenda di sana. Akibat capek dan kedinginan kami beristirahat di batu tulis sampai pagi. Rencana kami untuk melihat matahari terbit hilang sudah tapi it’s ok kami tetap menikmati. 

    Segarnya pagi di bukit membuatku semangat untuk melanjutkan kembali perjalanan menuju puncak merbabu. Aku sempatkan untuk berfoto di kawasan batu tulis dan ada beberapa pendaki lainnya yang mengabadikan suasana saat itu. Kabut tak henti-hentinya menyelimuti puncak. Setelah puas berfoto, senior memanggilku untuk makan bersama. Sungguh nikmat bisa menikmati keindahan alam yang Maha Kuasa ciptakan, makanan sederhana berasa makanan dari restoran mewah. Kami benar-benar sangat menikmati makanan kami disertai canda gurau. Suasana semakin hangat.

     Makanan sudah habis dan kami melanjutkan perjalanan, salah satu dari kami yaitu kak Daru tidak mau lagi melanjutkan perjalanan karena merasa kurang sehat. Kamipun melanjutkan perjalanan kami tanpa kak Daru. Kondisi medan yang berat ditambah lagi hujan membuat kami agak sulit untuk bisa cepat mencapai puncak. Kami banyak beristirahat dan lebih lambat karena kondisi medan yang sangat licin. Setelah berjam-jam melewati rintangan berat akhirnya sampai juga walaupun seluruh pemandangan tertutup kabut kami tetap puas dan mengucap syukur atas apa yang kami capai saat itu.

     Tidak ada kata lain yang dapat aku ucapkan selain Subhanallah. Subhanaallah ciptaan Allah, dan saat itu juga aku semakin bersyukur karena aku sudah menikmati ciptaan Allah yang luar biasa indahnya dan membuat saya kehabsan kata-kata. Saya merasa bahagia dan beruntung bisa menikmati eindahan alam dan sejenak menyatu dengan alam dan lebih menyadari bahwa nikmat Allah tiada batasnya. Alhamdulillah saya bisa mencapai puncak merbabu 3142 MDPL.

     

merbabu

merbabu

    

   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s